Kamis, 06 Oktober 2011

The rose is Red

Bunga ini adalah pemberian kekasihku yang sekarang. Berawal dari sebuah jejaring sosial aku mengenal dirinya. Seorang alumni mahasiswa D3 teknik bangunan di salah satu Universitas terkemuka di kotaku. Sekarang dia sedang meneruskan kuliah S1 sambil bekerja di salah satu developer sebagai desainer bangunan.
Pertama hanya saling balas komentar di jejaring sosial, lama- lama menjadi semakin dekat. Memang kebetulan ternyata dia adalah salah satu murid ibuku saat SMP, sahabat kakak tingkatku, keponakan teman bapakku, dan mempunyai provesi yang sama dengan bapakku. Jadi, banyak topik pembicaraan yang bisa aku tukar dengannya.
Semakin dekat semakin dekat akhirnya dia menyatakan bahwa dia telah jatuh hati kepadaku. WOOOww, terkejut rasanya, namun aku tak bisa menyangkal bahwa aku juga sayang padanya. Akhirnya kami menjalin hubungan dengan status berpacaran.
Tapi hubungan kami tidak semulus yang aku bayangkan, ternyata di sisi lain ada mantanku yang selalu mengganggu hubungan kami. Bisa dkatakan dia tidak ingin aku menjalin hubungan dengan pria lain. Egois bisa dibilang seperti itu. Aku putus dengan mantanku karena kelakuannya yang buat aku pusing kepala, hingga suatu saat aku sama sekali tidak ada rasa sama sekali dengannya. Saat aku putus dengan mantanku aku diancam dengan keinginannya untuk berhenti bekerja dan ingin bunuh diri. Pikirku coba saja kalau berani, dan ternyata ancaman tersebut hanya sebagai gertak sambel.
Aku terus menjalani hubungan dengan kekasihku yang sekaran, namun tetap saja mantanku mengirim sms meskipun aku tidak pernah membalasnya. Dia selalu membawa- bawa nama Tuhan seolah dia yang mempunyai takdir dan berhak untuk menentukan jalan hidupku.
Astagfirullah hanya itu yang bisa aku ucapkan, dan aku selalu berdoa untuk yang terbaik dengan kekasihku saat ini

Template by:
Free Blog Templates