Sabtu, 17 Maret 2012

Terjebak Iklan Rokok


Selamat pagi sobat blogger
Jika sobat semuanya mendengar kata Jarum, Surya, Gudang Garam, apa yang terbesit dalam pikiran sobat??

Rokok??

Rokok sangat famliliar di kehidupan kita sehari- hari. Dimana- mana kita menjumpai iklan rokok, baik di media elektronik maupun yang terpampang di bilboard.
Masalah periklanan rokok di media elektronik sudah mendapat perhatian oleh Pemerintah, seperti adanya jadwal penayangan iklan rokok di media elektronik.

Tidak dapat dipungkiri bahwa mayoritas iklan rokok di media elektronik sangat menarik. Mulai dari banyolan Wani Piro? hingga slogan Go A Head. Iklan rokok memang tidak diperkenankan menampilkan seseorang yang sedang merokok, sehingga membuat para produsen rokok memutar otak mereka untuk membuat iklan yang menjual dan menarik tetapi tidak menyalahi aturan.
Alhasil iklan rokok yang muncul di layar televisi menjadi sangat bervariasi dan menarik. Tetapi entah disadari atau tidak, ada sebuah kampanye terselubung dibalik iklan rokok.
Jika kita memperhatikan iklan rokok secara seksama, maka seolah- olah pesan yang disampaikan adalah sebagai berikut :
1. Dengan menghisap rokok XX kita akan menjadi jantan daripada orang yang tidak merokok atau orang yang menghisap rokok produk lain
2. Dengan menghisap rokok XX kita akan mudah mengendalikan semua masalah kita dan mencapai tujuan yang kita inginkan
3. Dengan mengjisap rokok XX kita akan menjadi lebih percaya diri dibandingkan dengan orang lain,
dan masih banyak pesan yang tersembunyi dibalik iklan tersebut. Memang iklan- iklan rokok tidak menampilkan seseorang yang sedang merokok tapi tetap saja maknanya seperti Kalau kamu ingin tampil keren, lebih PD dan selalu optimis, hisap rokok ini.
Sebagian orang mempunyai presepsi bahwa rokok dapat menghilangkan rasa stress dan meningkatkan rasa percaya diri. Mungkin so far memang benar. Tetapi apa sobat tidak melihat dampak yang terjadi jika sobat sudah sudah tergila- gila dan kecanduan rokok??
Kita bahkan sudah tahu dan hafal bahwa rokok dapat berdampak buruk pada kesehatan seperti kanker,impotensi,keguguran,paru- paru, TBC dan lain- lain. Kalau sobat terkena penyakit- penyakit tersebut apa masih bisa dikatakan:

1. Bisa tampil Jantan??
2. Bisa tampil percaya diri??
3. Bisa optimis??
4. Apa bisa mengatasi semua masalah??


Maka dari itu pikir ulang lagi sebelum sobat memutuskan untuk menjadi perokok, karena kalau sudah terkena dampaknya hilang semua kejantanan, percaya diri, rasa optimis, dan lain sebagainya.

47 comments:

Ahmad Zuhdi Travelife mengatakan...

menurut pengalaman pribadi saya sebagai seorang perokok: awalnya sekedar coba2 -agar lebih bisa diterima dilingkungan yang memang kebanyakan adalah perokok. setelah coba2 jadinya keterusan -yang dulunya hanya merokok ketika kumpul temen sekarang merokok setiap saat. setelah keterusan akhirnya kecanduan, yang awalnya merokok hanya kalau ada rokok sekarang merokok karena memang rokok telah menjadi kebutuhan -seperti makan dan minum.

kesimpulannya: sebenarnya lingkungan lah yang lebih banyak mempengaruhi kita untuk menjadi perokok daripada iklan di TV, meskipun demikian iklan juga menyumbang besar terhadap pemasaran rokok yang begitu merajalela -dengan kata lain ikut bertanggung jawab.

penanggulanan: 1. perlu adanya kesadaran diri sejak dini, kesadaran tersebut dapat dimunculkan melalu sosialisasi2 tentang bahaya merokok di sekolah2 SMP dan SMA. 2. pengawasan [baca: perhatian] dari orang tua. 3. peraturan pemerintah yang melarang penjualan rokok terhadap anak dibawah umur. 4. dll [silahkan di tambahkan sendiri :D]

sekian komentar dari saya [yang juga seorang pecandu nikotin] hehehe..

nice post sob. keep writing and happy blogging :D

CRaZy Share mengatakan...

Ngasih pendapat sedikit yah...

Perokok dan bukan perokok, kembali lagi ke individunya masing-masing.
Gagah.? PD.? hilangkan masalah.? menurut saya kurang tepat..

Alasan mengapa merokok
1. ga ada kerjaan
2. menghilangkan rasa mual setelah makan (disebabkan oleh sisa rasa makanan yang berubah menjadi rasa asam di mulut, terlebih makanan manis)

Alasan kenapa harga rokok di Indonesia relatif terjangkau oleh para pelajar.
Perekonomian Indonesia
Bayangin aja deh jika semua orang di indonesia berhenti merokok. pasti Indonesia bakalan tambah miskin, karena pendapatan Bea Cukai rokok merupakan salah satu pendapatan pajak terbesar di negeri kita ini. Mau tidak mau harus terima. Selain indonesia tambah miskin coba bayangkan berapa orang anak dan istri yang kelaparan akibat suaminya di PHK dari pabrik rokok karena masyarakat indonesia sudah berhenti merokok.?

So buat kalian yang ga ngerokok ga usah ribet lah, kadang masalah kecil bisa terlihat besar apabila dilihat dari beberapa sudut pandang. Nah buat kalian yang perokok juga tolong merokok tidak ditempat umum yang dapat mengganggu orang lain (terutama asapnya)

saran dari saya buat yang belum pegang dan belum kecanduan rokok lebih baik jangan... kerasa berat di duit... hahaha (curhat)

cerita anak kost mengatakan...

kita ud di brainwash si sist. semuanya uda di arahkan kesana. jadinya kita ya mau ga mau berpikir ke sana, walau itu semua tidak lah sesuai apa yang di sampaikan.

Peduli AlamKu mengatakan...

dilema si mba. habis roko juga yang memberikan devisa besar bagi negara disamping memberi penyakit kepada penguna. belum lagi masalah ekonomi, jadi kalau ada anak SMP yang beli roko sama penjual juga di kasih, habis daripada ga dapet duit. padahal itu sudah merusak generasi.

mardaarafu mengatakan...

salam kenal
kunjungan perdana ni
di tunggu ya kunjungan dan komentarnya di blog saya :)

any mengatakan...

iya sekarang banyak banget iklan rokok bahkan kalau ada acara-acara sekolah atau kampus, rokok yang jadi sponsor kegiatannya.....

Benny Dwi mengatakan...

wah klo anak sekarang banyak banget yg masih sekolah udh ngerokok, mungkin mereka hanya ikut-ikutan temanya saja biar di bilang gaul kali ya ?

Fikri mengatakan...

Yups terjebak dan terkena pembodohan...

bisakah jantan hanya karena rokok?
Haha, tampil keren dan menunjukkan ini gue "pria"

no...
sejatinya yang jantan dan 'pria' sejati adalah yang tidak merokok...

menjaga kesehatan dirinya dan juga orang di sekitarnya :-)

nice post sis

rizki_ris mengatakan...

@ahmad zudi & @crazi share : memang iklan tidk sepenuhny berpengaruh thdp kbiasaan mrokok, iklan hanyalah sebagai pendukung saja.
benar kata sobat crazi share sebenarnya kita juga dilema pada masalah rokok ini. kenapa? rokok memang sebagai penyumbang pendapatan terbesar untuk negara. tapi apa kita mau Indonesia menjadi negara yg tidak sehat?
Seperti yg saya dengar, bea cukai akan dinaikkan sehingga akan menambah mahal harga rokok. hal ini bertujuan agar negara dan petani tembakau tdk merugi, selain itu jg mencegah adanya perokok dini.
sekarang masalahny mau dikemanakan tenaga kerjany?sepengetahuan saya, orang yg bekerja sbg buruh tembakau dan rokok gajinya tidak sbanding dg pekrjaan mrk. tp krn tuntutan ekonomi mrk mau. ini tugas kita & pemerintah untuk menyediakn lapangan kerja yg jauh lebih baik.
terima kasih ya buat sarannya

rizki_ris mengatakan...

@cerita anak kost dan peduli alam : dibrainwash ya?memang kita gak bisa memungkiri itu, kalau lihat teman kita ngrokok katanya gak ena kalau nolak.
hehehe
itu dampak dari akses yg mudah aja sobat. kita dimana- mana bisa menemui rokok. seperti yg dbilang sobat, di warung kecil juga bs ditemui. Ind sepertiny blm menndatangani FCTC d sana ada peraturan yg mengatur ttg akses dan cukai rokok. masalah cukai rokok d sana ada peraturan yg mengatakan untk menaikkan cukainy shg harga rokok jd mahal, jd tidak akan merugikan negara & petani tembakau

puramoz mengatakan...

Iklan iklan rokok di Indonesia ini seperti kembali ke jaman kejayaan rokok amerika dulu sis.. Dimana iklan rokok gembar bembor dimana mana, tapi sekarang apa? Iklan rokok ditiadakan diamerika, tak ada space untuk iklan rokok, bahkan harga rokok pun sangat melamung tinggi, ambil contohnya Marlbor# disini harka per pack nya dibanderol 12-15 ribu, nah di Amerika sendiri harganya berkisar antara 11 - 12 dollar, bisa dihitung berapa dalam rupiah, gak cuma di Amerika, jepang, Inggris dan negara2 lain mulai menyetop iklan iklan rokok demi kesehatan bersama, dan rokok Ilegal untuk remaja dibawah 18 tahun, bisa dihukum penjualnya yang menjualkan rokoknya kpd anak dibawah umur, tapi apa yang terjadi di Indonesia ini, iklan iklan rokok sepertinya ditujukan kepada penerus penerus muda, dengan mengadakan konser2, dan iklan rokoknlah yang menjadi medianya, rokok rokok dijual bebas di pasaran, bahkan sering kita lihat banyak warung2 rokok yang berdiri tepat di samping bahkan depan sekolahnya..
Miris sekali memang melihat semua ini, tapi mau bagaimana lagi, negara berkembang seperti negarasekitar asia tenggara, afrika, amerika latin, menjadi sasaran utama produsen rokok, seperti Philip Morris, dan kawan kawan raksasa perusahaan rokok dunia. Untuk membanned Iklan iklannya di tempat umum pun saya yakin pihak pemerintah tidak akan berani, karena pemasukan dari pajak iklan rokok dan cukai rokok ini turut serta menjadi penyumbang terbesar pendapatan Indonesia.. Mau gimana lagi,,, kita jalani sajalah,,
Mulai dari diri sendiri...

rizki_ris mengatakan...

@cerita anak kost dan peduli alam : dibrainwash ya?memang kita gak bisa memungkiri itu, kalau lihat teman kita ngrokok katanya gak ena kalau nolak.
hehehe
itu dampak dari akses yg mudah aja sobat. kita dimana- mana bisa menemui rokok. seperti yg dbilang sobat, di warung kecil juga bs ditemui. Ind sepertiny blm menndatangani FCTC d sana ada peraturan yg mengatur ttg akses dan cukai rokok. masalah cukai rokok d sana ada peraturan yg mengatakan untk menaikkan cukainy shg harga rokok jd mahal, jd tidak akan merugikan negara & petani tembakau

Master Software Mobile mengatakan...

Kunjungan Weekend sobat, makasih artikelnya!

Muro'i El-Barezy mengatakan...

alhamdulilah ane ga merokok..
banyak hal yang lebih penting daripada itu

yang lebih miris lagi banyak orang tua yang tidak bisa menyekolahkan anaknya, tapi buat rokok ko bisa..

TANYA KENAPA?

Millati Indah mengatakan...

Tergantung orangnya. Temen2 saya ada yang tetap ga ngrokok biarpun dikelilingi lingkungan perokok. Salut sama mereka. Tapi ada juga yang sekarang malah kecanduan gara2 ga enak kalo ditawarin rokok. Dan yang ngrokok itu tahu kok bahaya rokok. Mereka udah ndableg jadi percuma dinasihatin.

arti irhamna mengatakan...

wah, aku bukan perokok ris.Tapi perokok pasif iya, mengenai iklan2 seperti itu, memang juga ya harus dipikirkan.

Catatan Mahasiswa mengatakan...

klo mslah ngrokok atau nggak balik k individu msing2, semua prokok psti tau klo ngrokok mnyebabkan hal2 yg tertera d belakang kemasan, namun ada hal lain yg mmbuat mreka tetap ngrokok...
jujur saya sring brgaul sma tmn2 prokok, jstru sbagian bsar tman saya adalah prokok, tp alhmdulillah saya ga ikut2an....

Seagate mengatakan...

Itulah gambaran betapa kreatifnya iklan-iklan rokok, meskipun mereka ndak diperbolehkan gambar orang merokok tapi nyatanya kita semua bisa menangkap pesan yang ingin mereka sampaikan.

Untuk merokok sendiri tentu kita udah tahu bagaimana bahanya, namun berhenti merokok bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Mungkin yang diperlukan sekarang adalah memberikan sosialisasi bahaya merokok ini kepada para perokok pemula, yang mungkin saja hanya ikut-ikutan dan hanya ingin diterima lingkungannya.

sangat bermanfaat, really nice post :)

suci nabbila mengatakan...

gue sendiri perokok moody sih. efek menenangkan dan bikin rileks di rokok memang enak. tapi gue sadar bahwa gue nggak boleh kecanduan, dan merokoknya juga paling 3 bulan sekali kalau kepingin banget. setuju sama ahmad zuhdi, gue rasa lingkungan memang faktor terbesar. gimanapun iklan, kalau orang2 disekitar kita mencerca saat kita ngerokok, kita nggak akan merokok. begitu pula sebaliknya, kalau sekeliling kita ngerokok, sadar nggak sadar kita rentan jadi perokok, karena setiap orang pasti ingin diterima di lingkungan sosialnya, kan?

outbound malang mengatakan...

kunjungan sob ..
slam sukses selalu ..:)

Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan...

saya sudah berhenti merokok, Mbak...

rizaaal mengatakan...

setujuu!

aku gamau ngerokok, takut kayak sodara saya yang meninggal karna jantung :(

agusbg mengatakan...

saya tidak mau bilang ayo berhenti merokok, karena saya sendiri merokok sejak tahun 1997...

bahkan 5 tahun terakhir 2 bungkus sehari, mungkin orang lain lebih dari itu, yang terpenting yang belum kenal rokok sebaiknya jangan coba coba..

Brilli Healthy mengatakan...

rokok memang jd polemik yg luar biasa di kalangan masyarakat. meski harga sebungkus rokok dengan beras 1 kg masih mahal rokok, toh pecandu rokok tetep mau beli berapapun harganya. yg penting ada toleransi antara pecandu rokok dan bukan perokok. bagi perokok jangan merokok ditempat umum dan bagi yg ga merokok jangan terlalu mengusili. bukankah itu adil?

yg perlu diusilin itu perokok yg menghisap rokok sembarang, seperti ditempat2 umum yang banyak wanita dan anak kecilnya. dan bagi perokok, orang yg tepat anda jengkelin itu adalah orang yg nyata2 ngusilin anda padahal anda sedang tidak merokok ditempat itu.

pada dasarnya setiap manusia itu punya hak asasi masing-masing, tp walau demikian bukan brarti kita boleh melanggar hak asasi orang lain. toleransi adalah kuncinya... supaya kehidupan dapat berjalan dengan aman

inilah sebuah potret kehidupan di masyarakat, ada 2 kubu yg punya keyakinan berbeda dan saling bertentangan, tp dengan begitu kehidupan akan lebih berwarna, bukan?

Tabah mengatakan...

wah sekarang aku harus pikirkan kembali. . . . susah untuk berhenti. . . :(

vie_three mengatakan...

rokok yaa.... aku memang termasuk orang yg kontra sama rokok. aku gak suka rokok, dan paling gak suka kalau ada orang merokok didekatku. tapi aku juga sadar siy, rokok itu ibarat pisau bermata dua.

merugikan bagi sebagian pihak tapi juga menguntungkan bagi pihak yg lain lagi. merugikan buat kesehatan, tapi juga menguntungkan bagi karyawan pabrik rokok dan negara.

tapi, meski aku termasuk orang yg gak suka rokok. aku gak pernah melarang orang (meski keluargaku) untuk memberhentikan kebiasaan buruknya ini. namanya kesadaran pasti akan datang sendiri ketika orang itu sudah mengerti hasil buruk dari kebiasaan merokok.

Jejak Puisi mengatakan...

merokok serasa sdh menjadi tradisi. walaupun bnyk iklan yg beredar, namun lingkunganlah yg menjadi penentu. kesadaran di perokoklh yg dapat merubah u/ bisa berhenti merokok

terima kasih dah berbagi info y sob. moga mkin semangat n sukses selalu. happy blogging^^

Wury mengatakan...

Setuju, Riz. Bukankah rokok itu merusak kesehatan. Gimana kita mau jantan, percaya diri dan lain sebagainya kalao raga kita tidak sehat?
Heran juga deh, 'sampah' kok dijual

Nhinis mengatakan...

Di Jepang, harga rokok dibikin sangat mahal, jadi pemuda2 nya mau gak mau harus ngirit merokok, dan ada jg yg mulai sedikit demi sedikit berhenti merokok.

coba di Indonesia harga rokok juga dikasi harga yg sangat tinggi yah, bakal pikir2 dulu deh tuh klo mw beli rokok, hehe...

Agus Setya Fakhruddin mengatakan...

merokok itu pilihan :)
kunjungan perdana

Fikri mengatakan...

Berkunjung ke sahabat tersangka nomor 10 atau 11 atau 12 :D xixixi bingung nyebutnya

penasaran? silahakn lihat posting saya terbaru...

salam semangat sobat riris punya mimpi :-)

Uzay ^,^ mengatakan...

hari ini gw nemuin fakta loh, denger cerita teman kalau tetangganya meninggal tadi pagi gara-gara abis ngeroko, ketawa-ketawa..

ya memang walaupun maut itu ngga ada yang tau...

outbound malang mengatakan...

kunjungan ..
salam sukses selalu ..:)

BlogS of Hariyanto mengatakan...

rokok sudah terbukti tidak bagus untuk kesehatan

LEMO HOMESTAY mengatakan...

banyak yang menganggap himbauan agar berhenti merokok adalah perbuatan yang sia-sia dan menilainya secara sinis..bahkan banyak pula yang mengingatkan bahwa perekonomian negara akan hancur kalau semua orang berhenti merokok, dan akan banyak pengangguran karena pabrik rokok ditutup..namun ada yang lupa membandingkan bahwa berapa besar keuntungan yang negara dapatkan dari pabrik rokok dengan berapa besar dana masyarakat Indonesia yang digunakan untuk berobat karena penyakit yang timbul akibat merokok ^_^

Wury mengatakan...

Kunjungan malam, Riz :)

rizki_ris mengatakan...

@maardarafu : terima kasih kunjungannya sobat
@any : iyah sobat memang kalau acara pensi sering banget pakai sponsor rokok katanya sih sponsornya paling gedhe
@benny : lebih tepatnya biar bisa diterima di pergaulan
@fikri : setuju sobat, kalau udah sakit- sakitan gak keren lagi
@puramoz : iyah sobat soalnya negayra- negara lain sudah ttd perjanjian FCTC di situ ada pengaturan iklan dan cukai rokok
@MSM : Terima kasih kunjungannya sobat
@Muro'i: itu mas anehnya bahkan mereka lebuh milih kelaparan daripada gak ngrokok
@Millati : soalnya rokok efeknya gak langsung sobat, jadi mereka fine- fine saja
@Artiirhamna : aku jg perokok pasif sobat. Harus dipikirkan memang, di negara lain saja sudah diatur
@catatan mahasiswa : hebat sobaat, pertahankan yah
@seagate: Benar sobat, harus dapat dukungan juga dari lingkungan. terima kasih
@suci : wah mbak suci, kalau bisa hilangin stresnya pakai cara yang lain ya mbak
@outbond : terima kasih kunjungannya sobat
@ahmad muhaimin : hebat mas, pertahankan mas
@rizal : sama sobat saudaraku juga ada yg meninggal kena sakit paru- paru gara- gara rokok
@agus :Dikurangi ya mas. SETUJU sobat

rizki_ris mengatakan...

@Bhrilly : memang dilema sobat, tapi saya yakin suatu saat kita bisa
@tabah : semangaaaat sobaatt ^^
@fitri : kalau memang mengganggu ya tidak apa- apa ditegur sobat
@jejak puisi : lebih tepatnya multifaktor sobat, dari semuanya saling mendukung
@wurry : iyah sobat gimana mau keren yah kalau sakit- sakitan
@Nhinis : Indonesia belum mau ttd FCTC mbak jadi pengaturan cukai dan harga rokok belum diatur
@fakhrudin : Hebat dhek, itu baru anak FKM sejati ^^
@Uzay : Lah kok ada kepaten malah diketawakan?hihihhi
@blog :SETUJU
@Lemo : setuju sobat, biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk membiayai masyarakat yang sakit lebih besar daripada keuntungan yang diberikan pabrik rokok

Hzndi mengatakan...

Untg ane g suka ngrokok :D

PRINT SERVER mengatakan...

saya setuju sob dengan artikelnya..

DA VINCI mengatakan...

Nyundul ya Ris. Mimpimu sama dengan mimpiku, dan mungkin sama juga dengan mimpinya orang-orang yang tidak merokok, yaitu Indonesia bersih dari asap tembakau.

itu hanya mimpi mbak, bangun pagi mimpi itu hilangh, karena kenyataannya sangat jauh berbeda.

Orang yang senang dengan tembakau adalah :
- Pengusaha rokok
- Pekerja pabrik rokok
- Pengiklan Rokok, termasuk koran, baliho dan televisi.
- Pemerintah karena pajak.
- Petani tembakau,
- Anak-anak petani tembakau
- dan seluruh generasi petani tembakau.

Artinya Perusahaan rokok telah menjadi monster raksasa yang perlahan menghancurkan bangsa ini secara pelan-pelan.

Monster itu mencengkeram mata kita dengan baliho dan spanduk besar,agar mereka selalu kita ingat dan agar kita selalu pakai tembakau mereka.

Monster itu sudah hidup ditengah-tengah kita memenuhi semua kebutuhan dan hasrat kita, seperti semua hajatan-hajatan yang disponsori mereka. Namun dibalik itu kita dipeluk oleh ancaman masalah kesehatan serius yaitu gagal jantung, cancer, dan stroke.

Sudah sangat sulit lepas dari pelukan mereka. Aku sudah 20 tahun merokok, sudah sekian kali berusaha lepas dari pelukan mereka, tapi sekian kali pula aku gagal, terus merokok hingga belakangan ini. Kupikir aku sudah tidak bisa lepas dari cengkeramannya, tapi setelah aku mengganti jenis rokokku dengan rokok yang 100% bukan tembakau sekarang aku sudah bisa lepas dari tembakau, bahkan aku sudah tidak bisa lagi merokok tembakau.

Yang kurasakan sekarang, badanku tambah gemuk, napasku tambah panjang, dadaku lapang, tidak sesak-sesak lagi, bahkan hidungku yang dulu bumpet-bumpet kini sudah tidak tidak bumpet lagi. Istriku yang dulu selalu komplain dengan asap rokok tembakau kini tidak komplain lagi walau aku merokok, karena asap rokok yang itu harum, wangi tidak bikin sesak napas.

Aku menjadi sehat (amin) udara tetap bersih, kalau semua orang di Indonesia merokok dengan cara seperti aku, Indonesia menjadi negara paling sehat di dunia, karena tidak ada rokok tembakau lagi, ancaman gagal jantung, stroke dan cancer sangat jauh sekali berkurang.

Ini semuaa berkat upaya-upaya pemurnian indonesia yaitu kembali ke warisan nenek moyang untuk tetap menggunakan daun obat-obat tradisional milik bumi Indonesia. Racikan pemurni Indonesia itu telah berwujud dalam rokok 100 % herbal dari GREEN HOUSE.

Salam Indonesia Murni
AHa

obat kanker kelenjar getah bening mengatakan...

Rokok tuh produk paling jujur, ga boong,, buktinya ada tulisan merokok dapat menebabkan serangan jantung dll, mereka g boong,,

obat stroke mengatakan...

Sangat beruntung sekali.. saya kagak meroko nih.. Makasih infonya,,

Obat Untuk Penyakit Asam Urat mengatakan...

semoga nanti ada langkah konkrit dari pemerintah untuk mengurangi produksi rokok untuk menjaga generasi bangsa untuk hidup sehat tanpa rokok ..

Asam Urat dan Obatnya mengatakan...

kasian anak cucu kita nanti apabila hal tersebut tidak di hentikan
:(

Obat Penyakit Liver Herbal mengatakan...

hemm rokok cuma bikin dilema aja dah bagi masyarakat di adakan kacau di tiadakan juga kacau..

Vertical Blind Jakarta mengatakan...

iya banget, padahal udah mengancam tapi iklannya masih aja tetep -.-

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya ^^

Template by:
Free Blog Templates