Minggu, 25 Maret 2012

FCTC Mau dibawa kemana?


Ayoh kita bernyanyi....
Mau dibawa kemana FCTC ini?Jika kau terus menunda- nunda dan tak mau ratifikasi

FCTC (Framework Convention On Tobacco Control) merupakan sebuah konvensi yang komperhensif untuk menanggulangi dampak merusak produk tembakau baik dari segi kesehatan, sosial, ekonomi dan budaya. Sudah terdapat 168 negara yang menandatangani dan 172 negara yang menjadi anggota. Bagaimana dengan Indonesia?
Sampai saat inipun Indonesia belum meratifikasinya...


Nahas sekali, Indonesia merupakan satu- satunya Negara Asia yang belum meratifikasi FCTC padahal batas akhir adalah pada tanggal 31 Mei 2003. Indonesia merupakan negara yang aktif saat menyusunan draft konvensi dan pada pertemuan World Health Assembly di Jenewa (2003) Indonesia menerima draft konvensi , namun sampai saat inipun Indonesia belum meratifikasinya.
Padahal jika kita meninjau negara- negara yang sudah menandatangani FCTC terdapat negara- negara master tembakau seperti Cina, India, dan Brasillia. Mereka tidak merasa ragu untuk menandatanganinya dan tidak merasa takut Industri rokok di negaranya akan collaps.

Ada enam isu yang dibahas dalam FCTC antara lain adalah :
1. Pengendalian harga dan pajak
2. Pengaturan iklan, sponsor, dan promosi
3. Pemberian label bahaya rokok
4. Pengaturan udara bersih bebas asap rokok
5. Pengaturan dan pengungkapan isi rokok
6. Perdagangan ilegal

Jika para master tembakau berani untuk menandatanganinya, kenapa Indonesia tidak? Bagaimana Indonesia Sehat akan Terwujud jika salah satu akar masalahnya tidak ditanggulangi? Bagaimana Indonesia Indonesia akan menjadi negara maju jika generasi penerus diracuni oleh zat- zat berbahaya rokok?

Sekian dan Terima Kasih

Kamis, 22 Maret 2012

I'm Sorry Guys

http://4.bp.blogspot.com/-TGAjzOg_5Og/TVPldruZ48I/AAAAAAAAAb4/pvl_WyUwlYs/s1600/minta-maaf-300x213.jpg

Selamat sore sobat blogger sekalian ^^. Lama sekali tak berjumpo -______-
Kangeeeeeen sekali dengan kalian
Hmmmmm sebelumnya aku mau minta maaf ini -_______-
Bagaimana ya bilangnya, hmmmmm begini sobatku sekalian aku minta maaf soalnya sering ninggal blogku dan jarang kunjungan ke blog teman- teman -_____-
Maaf ya sobat
Tapi sebenarnya bukan tanpa alasan meninggalkan blogku ini. Kalau dibilang sayang, aku sayang banget sama blogku ini, sayaaaangggg banget.
Tapi bagaimana lagi sobat, begini ini kalau nasib blogger sambilan, maksudnya blogger nyambi kuliah, nyambi tugas, nyambi semuanya.
Ingin sebenarnya fokus dan mendalami dunia blogger soalnya blogger ini merupakan salah satu saranaku untuk mempromosikan kesehatan. Sebagai mahasiswa kesehatan kudu dan mesti ikut berpartisipasi menyehatkan masyarakat.

Gara- gara saya blogger sambilan akibatnya kalau ada ujian dan tugas, bloggernya sementara ditinggal dulu -____- maaf ya sobat.
Seperti yang terjadi saat ini, minggu ini dan minggu depan saya sedang dilanda UJIAN TENGAH SEMESTER. Padahal baru dua bulan masuk kuliah sudah UTS -_____- #curhat.
Akibatnya ya begini,bloggernya sementara diduakan sama ujian.
Maaf ya sobaaattt, maaaaaffffffff hmmmmmm

Mungkin cuma itu yang aku sampaikan pada sore ini, sekali lagi saya minta maaf yang sebesar- besarnya -_____-

Sabtu, 17 Maret 2012

Terjebak Iklan Rokok


Selamat pagi sobat blogger
Jika sobat semuanya mendengar kata Jarum, Surya, Gudang Garam, apa yang terbesit dalam pikiran sobat??

Rokok??

Rokok sangat famliliar di kehidupan kita sehari- hari. Dimana- mana kita menjumpai iklan rokok, baik di media elektronik maupun yang terpampang di bilboard.
Masalah periklanan rokok di media elektronik sudah mendapat perhatian oleh Pemerintah, seperti adanya jadwal penayangan iklan rokok di media elektronik.

Tidak dapat dipungkiri bahwa mayoritas iklan rokok di media elektronik sangat menarik. Mulai dari banyolan Wani Piro? hingga slogan Go A Head. Iklan rokok memang tidak diperkenankan menampilkan seseorang yang sedang merokok, sehingga membuat para produsen rokok memutar otak mereka untuk membuat iklan yang menjual dan menarik tetapi tidak menyalahi aturan.
Alhasil iklan rokok yang muncul di layar televisi menjadi sangat bervariasi dan menarik. Tetapi entah disadari atau tidak, ada sebuah kampanye terselubung dibalik iklan rokok.
Jika kita memperhatikan iklan rokok secara seksama, maka seolah- olah pesan yang disampaikan adalah sebagai berikut :
1. Dengan menghisap rokok XX kita akan menjadi jantan daripada orang yang tidak merokok atau orang yang menghisap rokok produk lain
2. Dengan menghisap rokok XX kita akan mudah mengendalikan semua masalah kita dan mencapai tujuan yang kita inginkan
3. Dengan mengjisap rokok XX kita akan menjadi lebih percaya diri dibandingkan dengan orang lain,
dan masih banyak pesan yang tersembunyi dibalik iklan tersebut. Memang iklan- iklan rokok tidak menampilkan seseorang yang sedang merokok tapi tetap saja maknanya seperti Kalau kamu ingin tampil keren, lebih PD dan selalu optimis, hisap rokok ini.
Sebagian orang mempunyai presepsi bahwa rokok dapat menghilangkan rasa stress dan meningkatkan rasa percaya diri. Mungkin so far memang benar. Tetapi apa sobat tidak melihat dampak yang terjadi jika sobat sudah sudah tergila- gila dan kecanduan rokok??
Kita bahkan sudah tahu dan hafal bahwa rokok dapat berdampak buruk pada kesehatan seperti kanker,impotensi,keguguran,paru- paru, TBC dan lain- lain. Kalau sobat terkena penyakit- penyakit tersebut apa masih bisa dikatakan:

1. Bisa tampil Jantan??
2. Bisa tampil percaya diri??
3. Bisa optimis??
4. Apa bisa mengatasi semua masalah??


Maka dari itu pikir ulang lagi sebelum sobat memutuskan untuk menjadi perokok, karena kalau sudah terkena dampaknya hilang semua kejantanan, percaya diri, rasa optimis, dan lain sebagainya.

Sabtu, 10 Maret 2012

Senja Namaku


Senja namaku...
Seorang pelukis wanita yang hingga umur tiga puluh tahun belum mengikatkan diri pada tali pernikahan.
Di depanku berdiri sebuah kanvas putih, bersih tanpa sebuah coretan apapun. Senja ini aku sedang tidak bernafsu untuk menodai kanvas ini dengan coretan- coretanku. Bukan karena tanpa alasan, tapi hujan baru saja mengguyur kota ini dan tentu saja senja terlihat malu- malu untuk menampakkan keindahannya.
Tiba- tiba telefon genggam di sebelahku mengejutkanku. Sebuah foto muncul dari layar telefon genggamku, foto mas Didik.Mas Didik menelfonku
" Iya mas.."
"Kamu ada dimana dik?"
"di rumah mas.."
"Aku ke sana ya, ada oleh- oleh ikan hasil memancing tadi pagi"
"wah merepotkan jadinya"
"ah kamu kayak orang asing saja pakai malu- malu segala, biasanya kamu sering minta makan di rumah. hahahaha"
"hahaha jadi malu mas, aku tunggu ya mas.."
"oke dik.."

Mas Didik adalah satu- satunya orang yang care denganku. Umurnya tidak jauh beda denganku, tapi aku lebih nyaman memanggilnya dengan sebutan mas. Aku mengenalnya empat musim yang lalu, saat berkunjung ke klinik VCT (Voluntary counseling and testing). Saat itu dia mengantarkan kliennya untuk menjalani tes HIV/AIDS. Mas Didik adalah seorang konselor dari LSM peduli HIV/AIDS, seorang pria tampan baik hati.Membuatku jatuh hati pada pandangan pertama.
Namun pertemuanku dengannya sudah terlambat, saat aku sudah divonis mengidap HIV/AIDS.
Aku adalah mantan penasun, pemakai NAPZA suntik. Aku memakai NAPZA sejak aku lulus kuliah S1. Sejak pertemuan itu, aku makin sering berhubungan dengan mas Didik. Dia selalu memberiku semangat, meskipun sebenarnya aku sudah tak kuat menanggung penyakit ini. Secara tidak langsung, selama empat musim ini aku menjadi klien pribadinya. Bahkan dia mengajakku bergabung di dalam LSMnya agar hidupku jauh lebih bermakna. Hal tersebut membuat kami semakin dekat.

Tiba- tiba aku terkagetkan suara Mas Didik
"Doorrrrr......nglamun terusss, mikirin siapa hayo
Mukaku memerah seperti udang rebus
"Mikirin siapa, ngaco. Aku cuma cari ide untuk melukis"
"Kanvas kamu kosong, tumben sekali kamu tidak melukis senja hari ini"
"Baru saja hujan turun, maka dari itu aku sedang mencari ide untuk melukis"
"Lukis mukaku saja bagaimana? lumayan untuk pajangan di kamarmu sebagai obat penawar rindu"
"Apa sih jadi ngelantur begitu, mana ikannya?"
Aku mengamati Mas Didik dari ujung rambut hingga ujung kaki, tapi dia tidak membawa satu bungkusan apapun
"Ikannya tertinggal, jadi aku membawa oleh- oleh lain untuk kamu"
"Bilang saja ikannya sudah habis dimakan mas semua", sambil cemberut.
"Sudah jangan cemberut, oleh- oleh penggantinya jauh lebih berharga dari sekedar sebungkus ikan"

Mas Didik menggenggam tanganku, lalu memasangkan sebuah cincin di jariku. Jantungku berdegup sangat kencang.
"Will You Marry Me?"
Mimpikah aku saat ini?Seorang pria tampan pujaan hatiku yang aku kenal selama empat musim ini tiba- tiba melamarku.
"Hei jangan melamun, jawab Will You Marry Me?"
Aku memberanikan diri untuk menjawab, meskipun rasanya tenggorokanku seperti tercekik benda asing.
"Apa mas tidak salah orang?"
"Salah orang?ngelantur kamu", sambil mengusap- usap rambutku
"Iya aku tanya apa mas tidak salah orang? Maksudnya, emmm aku seorang ODHA dan mas tahu itu. Tetapi kenapa??", air mataku menetes.
"Apa aku salah jika ku mencintaimu?"
"Tapi......"
"Aku sudah mengenalmu selama empat musim, aku tahu siapa dirimu, aku tahu kekurangan dan kelebihanmu, aku tahu segala sesuatu tentangmu. Lalu apa aku salah jika aku jatuh hati padamu?Apakah akan menjadi suatu dosa besar jika aku mencintai seorang ODHA?Cinta tak mengenal siapa dan bagaimana orang yang ia cintai. Cinta menyatukan kekurangan- kekurangan untuk menjadi suatu kesempurnaan, dan aku mencintaimu karena Allah. Aku ingin kamu menjadi pendamping hidupku"

Senja namaku
Kini hidupku tak sesenja dulu
Seorang pria menemukanku di saat kesenjaan hidupku
Mas,aku sayang padamu

Tulisan ini diikutkan pada Giveaway Satu Tahun dari blog celoteh .:tt:.

Rabu, 07 Maret 2012

Potret Sanitasi

Selamat malam sobat blogger. Lamaaaa sekali tak jumpa dengan sobat semuanya dan saya baru sadar ternyata saya belum update artikel selama seminggu. Lama sekaliiiii #hosh
Memang lama sekali ternyata dan saya mengucapkan beribu- ribu kata maaf atas kelalaian saya untuk mengupdate artikel di blog saya


http://lh4.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/Sl0J9ApS9hI/AAAAAAAAATA/dp1GeAPZuvM/bEBERAPA_POTRET_SANITASI_KITA%5B7%5D.jpg

Kembali fokus pada artikel yang akan saya posting kali ini.
Jika sobat melihat gambar di atas, apa yang terbesit pada pikiran sobat??
Gambar pornooo??
BUKAAANNN

Lebih tepatnya gambar orang buang hajat di sungai dan beberapa gambar sungai yang tercemar. Lalu apa hubungannya dengan artikel yang saya postingkan kali ini??

Tentu ada hubungan yang sangat signifikan. Potret seperti ini masih banyak ditemukan di negara kita. Di tengah- tengah situasi para wakil rakyat yang meributkan renovasi toilet, ternyata masih banyak saudara- saudara kita yang buang air besar di sungai.

Lalu siapa yang salah?? Pemerintah atau rakyatnya??
Sebenarnya tidak ada yang salah di sini, dan juga tidak ada yang benar.
Kenapa??

Jika kita tinjau dari perilaku masyarakat BAB di sungai kita bisa mendapatkan dua masalah besar :
1. Tidak mempunyai jamban
2. Tidak terbiasa BAB di jamban

Masalah pertama yaitu tidak mempunyai jamban, merupakan masalah klasik yang terjadi di masyarakat. Seperti yang kita ketahui membangun jamban beserta septictank bukan barang yang murah. Bagi mereka masyarakat dengan ekonomi di bawah rata- rata akan lebih memilih membuat jamban bersama di pinggir sungai atau membuat jamban mandiri tanpa septictank sehingga limbah mereka dialirkan langsung ke sungai.Untuk masalah ini sebagian Pemerintah Daerah dan Dinas Kesehatan mengatasinya dengan cara memberi bantuan pembuatan jamban. Namun ada juga daerah yang berinisiatif sendiri membuat semacam tabungan untuk pembuatan jamban.

Masalah kedua yaitu tidak terbiasa BAB di jamban.Ini adalah masalah yang gampang- gampang sulit untuk ditangani.
Kenapa??Karena hal tersebut menyangkut suatu kebiasaan. Kalau sudah menjadi suatu kebiasaan sangat sulit untuk men'cut'nya dan membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama. Akan menjadi suatu hal yang sia- sia jika dalam mengatasi hal tersebut kita langsung membangunkan mereka sebuah jamban tanpa dibarengi sebuah edukasi dan promosi kesehatan. Percuma mereka dibangunkan sebuah jamban, tapi mereka tidak terbiasa dan tidak mempunyai kesadaran untuk BAB di jamban.

Jika kita melihat dari kedua pokok masalah tersebut kita tidak bisa langsung menyalahkan salah satu pihak baik itu masyarakat atau pemerintah. Di satu sisi pemerintah sudah berusaha memberikan bantuan sarana prasarana, namun di satu sisi masyarakat yang ogah untuk memanfaatkan sarana prasarana tersebut. Maka, singkatnya dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, penyediaan fasilitas kesehatan harus dibarengi oleh peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran masyarakat dalam penggunaan fasilitas tersebut.

Kamis, 01 Maret 2012

Saat Ilmu Kesehatan Berbicara Ilmu Ekonomi

http://www.wayantulus.com/wp-content/uploads/2011/03/imunisasi-pada-bayi.jpg

Jika kita mendengar ilmu ekonomi, pikiran kita akan tertuju pada konsep permintaan dan penawaran. Sebenarnya ilmu ekonomi tidak hanya melulu mengenai permintaan dan penawaran, namun juga ada yang menyangkut kebijakan jadi ranahnya akan menjadi luas.
Menurut buku yang pernah saya baca ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana manusia menggunakan pilihan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada sehingga dapat menghasilkan suatu produk barang dan jasa. Sumber daya yang ada jumlahnya sangat terbatas, sehingga manusia harus pintar dalam memanfaatkannya.

Ilmu kesehatan juga mempelajari ilmu ekonomi
Lalu bagaimana ekonomi jika dipandang dari segi ilmu kesehatan??
Ekonomi kesehatan, merupakan perkawinan dari ilmu ekonomi dengan ilmu kesehatan.
Mengapa ilmu ekonomi juga dipelajari dalam ilmu kesehatan??
Ada dua hal yang mendasari hal tersebut
1. kesehatan tidak terlepas dari permintaan dan penawaran pelayanan kesehatan
2. sumber daya medis yang terbatas baik itu dalam bentuk sumber daya manusia ataupun sumber daya yang lainnya

Tidak jauh berbeda dengan hukum permintaan dan penawaran dalam ilmu ekonomi yang biasa kita pelajari, ekonomi kesehatan juga menggunakan hukum yang sama. Semakin rendah harga suatu produk maka semakin banyak permintaannya begitu juga sebaliknya. Semakin tinggi harga suatu produk maka semakin banyak pula penawarannya.Namun ada sesuatu yang unik dalam ilmu ekonomi dipandang dari segi ilmu kesehatan.

Jika sobat mendatangi suatu pelayanan kesehatan siapakah yang lebih banyak menentukan kebutuhan sobat??
Sobat sendiri atau tenaga medis yang melayani sobat??
Jika sobat merupakan seseorang yang sedikit banyak mengenai dunia kesehatan mungkin intervensi tenaga medis tidak terlalu banyak
Namun apabila sobat tidak mempunyai pandangan mengenai dunia kesehatan, tidak bisa disangkal jika intervensi tenaga medis dalam menentukan kebutuhan pelayanan kesehatan sobat akan sangat besar.

Inilah perlunya sobat menggali informasi mengenai dunia kesehatan, apalagi informasi- informasi kesehatan yang berkaitan dengan riwayat kesehatan sobat. Kenapa??
Hal tersebut untuk menghindari adanya suplier induced (memberikan pelayanan kesehatan yang tidak dibutuhkankan pasien) dan reduced demand (memberikan pelayanan kesehatan kurang dari kebutuhan pasien).Sobat harus benar- benar mengerti dan paham pelayannan kesehatan yang benar- benar tepat dan sesuai untuk kebutuhan sobat.
Semua itu demi kebaikan sobat, supaya sobat benar- benar mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan sobat.

Terima kasih ^^

Template by:
Free Blog Templates